Laman

Rabu, 22 Desember 2010

Ibuku bermata satu

Sumber : KASIH LESTARI

Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya. Dia sungguh membuatku menjadi sangat memalukan. Dia bekerja memasak buat para murid dan guru di sekolah… untuk menopang keluarga.

Ini terjadi pada suatu ketika aku duduk di sekolah dasar dan ibuku datang. Aku sungguh dipermalukan. Bagaimana bisa ia tega melakukan ini padaku? Aku membuang muka dan berlari meninggalkannya saat bertemu dengannya.

Keesokan harinya di sekolah. “Ibumu bermata satu?... eeeee ejek seorang teman. Akupun berharap ibuku segera lenyap dari muka bumi ini. Jadi kemudian aku katakan pada ibuku, “Ma… kenapa engkau hanya memiliki satu mata?! Kalau engkau hanya ingin aku menjadi bahan ejekan orang-orang , kenapa engkau tidak segera mati saja?!!!?
Ibuku diam tak bereaksi.

Aku merasa tidak enak, namun disaat yang sama, aku rasa aku harus mengatakan apa yang ingin aku katakan selama ini… Mungkin ini karena ibuku tidak pernah menghukumku, akan tetapi aku tidak berfikir kalau aku telah sangat melukai perasaannya.

Malam itu... Aku terjaga dan bangun menuju ke dapur untuk mengambil segelas air minum. Ibuku sedang menangis disana terisak-isak, mungkin karena khawatir akan membangunkanku. Sesaat kutatap ia, dan kemudian pergi meninggalkannya.

Setelah aku mengatakan perasaanku sebelumnya padanya, aku merasa tidak enak dan tertekan. Walau demikian, aku benci ibuku yang menangis dengan satu mata. Jadi aku bertekad untuk menjadi dewasa dan menjadi orang sukses .

Kemudian aku tekun belajar. Aku tinggalkan ibuku dan melanjutkan studiku ke Singapore. Kemudian aku menikah. Aku membeli rumahku dengan jerih payahku. Kemudian, akupun mendapatkan anak anak juga.

Sekarang aku tinggal dengan bahagia sebagai seorang yang sukses. Aku menyukai tempat tinggal ini karena tempat ini dapat membantuku melupakan ibuku. Kebahagiaan ini bertambah besar dan besar, ketika ...Apa ?! Siapa ini?! Ini adalah ibuku… Masih dengan mata satunya. Aku merasa seolah-olah langit runtuh menimpaku. Bahkan anak-anakku lari ketakutan melihat ibuku yang bermata satu.

Aku bertanya padanya, “Siapa kamu?!. Aku tidak mengenalmu! kukatakan seolah-olah itu benar. Aku memakinya, “Berani sekali kamu datang ke rumahku dan menakut-nakuti anak-anakku! KELUAR DARI SINI!! SEKARANG JUGA! Ibuku hanya menjawab, “Oh, maafkan aku. Aku mungkin salah alamat.? Kemudian ia berlalu dan hilang dari pandanganku.

Oh syukurlah… Dia tidak mengenaliku. Aku agak lega. Kukatakan pada diriku kalau aku tidak akan khawatir, atau akan memikirkannya lagi. Dan akupun menjadi merasa lebih lega…

Suatu hari, sebuah undangan menghadiri reuni sekolah dikirim ke alamat rumahku di Singapore. Jadi, aku berbohong pada istriku bahwa aku akan melakukan perjalanan dinas. Setelah menghadiri reuni sekolah, aku mengunjungi sebuah gubuk tua, dulu merupakan rumahku… Hanya sekedar ingin tahu saja.

Di sana, aku mendapati ibuku terjatuh di tanah yang dingin. Tapi aku tidak melihatnya ia mengeluarkan air mata. Ia memegang selembar surat ditangannya… Sebuah surat untukku.

“Anakku. Aku rasa hidupku cukup sudah kini. Dan… aku tidak akan pergi ke Singapore lagi. Tapi apakah ini terlalu berlebihan bila aku mengharapkan engkau yang datang mengunjungiku sekali-kali? Aku sungguh sangat merindukanmu. Dan aku sangat gembira ketika kudengar bahwa engkau datang pada reuni sekolah . Tapi aku memutuskan untuk tidak pergi ke sekolahan. Demi engkau Dan aku sangat menyesal karena aku hanya memiliki satu mata dan aku telah sangat memalukan dirimu.

Engkau tahu, ketika engkau masih kecil, engkau mengalami sebuah kecelakaan, dan kehilangan salah satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tidak bisa tinggal diam melihat engkau akan tumbuh besar dengan hanya memiliki satu mata. Jadi kuberikan salah satu mataku untukmu.

Aku sangat bangga akan dirimu yang telah dapat melihat sebuah dunia yang baru untukku, di tempatku, dengan mata tersebut. Aku tidak pernah merasa marah dengan apa yang kau pernah kau lakukan. Beberapa kali engkau memarahiku. Aku berkata pada diriku, Ini karena ia mencintaiku ... setelah mendengar penjelasan mama, aku seperti disambar petir ribuan volt, kaki bergetar, lidahku keluh tidak bisa berkata apa-apa…oh..mamaku, maafkan ananda yang durhaka ini…demi diriku, engkau rela berkorban apapun…mama..ijinkan aku bersujud mencium kakimu…

"Kasih Ibu sepanjang jaman, Kasih Anak sepanjang Jalan ...."

Pengorbanan seorang Mama bagaikan pengorbanan langit & bumi kepada kita, tiada batas, tiada akhir, tiada pamrih dan tiada keluhan, hanya tahu memberi dan terus memberi. Jadilah manusia yang berbakti kepada orang tua, dengan berbakti kepada orang tua berarti berbakti langit dan bumi, bahkan berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Inilah kepribadian yang mulia. Kepribadian Sang Pengasih Sejati.

Senin, 15 November 2010

Apakah Nibbana ituh?

He who takes refuge in The Buddha, the Dharma and the Sangha sees with wisdom the Four Noble Truths : Suffering, The Cause of Suffering, The Cessation of Suffering, The Noble Eightfold Path leading to The Cessation of Suffering.

“Ia yang berlindung pada Sang Buddha, Dhamma dan Sangha niscaya menembus Empat Kebenaran Mulia dengan kebijaksanaan, yakni: penderitaan, sebab penderitaan, kepadaman penderitaan, dan jalan mulia berfaktor delapan yang membawa pada kepadaman penderitaan”. BUDDHA VAGGA XIV : 190

Apakah Nibbana itu ?

Suatu ketika Bhikku Sariputta tengah berdiam di Magadha di Nalakagama. Saat itu si pengelana Jambukhadaka mendekati Bhikku Sariputta dan menyapanya.

Setelah mereka mengakhiri sapa dan perbincangan yang hangat itu, Dia duduk disatu sisi dan berkata kepada Bhikku Sariputta :

"Sahabat Sariputta, dikatakan 'Nibbana, Nibbana ', Sekarang, apakah Nibbana ini ? "

" Hancurnya nafsu, hancurnya kebencian, hancurnya kegelapan batin :
inilah, sahabat yang disebut Nibbana"

" Namun, sahabat adakah suatu jalan, adakah suatu cara untuk mencapai Nibbana ini ?"

"Ada suatu jalan, sahabat, ada suatu cara untuk mencapai Nibbana ini"

"Dan sahabat, apakah jalan itu, apakah cara untuk mencapai Nibana ini ?"

"Sahabat, jalan tersebut adalah Jalan Mulia Berfaktor Delapan ini :
Yaitu Pandangan Benar, Pengupayaan Benar, Penyadaran Benar dan Pemusatan Benar.

Inilah jalannya, sahabat, inilah cara untuk mencapai Nibbana ini"

Semua ada waktunya dan bersiap diri adalah solusi

Beberapa hari kita tak saling menyapa, karena saa harus menjalankan tugas ke daerah.
Banyak yang khawatir, karena kunjungan saya ke daerah Jawa tengah , daerah yang dekat dengan Merapi, bahkan suami serta teman teman banyak yang menganjurkan untuk membatalkan kunjungan dan cepatlah kembali ke Jakarta.

Dalam hati saa sangat bahagia begitu banyak orang yang peduli dan mencintai saya, namun ada satu keyakinan yang selalu saya bawa sebagai iman hidup saya adalah , semua ada waktunya .

Tempat dimana saya singgah seakan jauh dari pemberitaan yang begitu menggebu ge

bu, disinilah saya belajar kebijaksanaan menampaikan informasi .

Sampai selesai kunjungan dan kembali ke Jakarta dengan selamat, pagi pagi dapat informasi dari mertua bahwa kereta setelahkereta saya anjlok.

Saudaraku, semua ada waktunya, selagi masih bisa mengisi hidup ini dengan kebajikan lakukanlah, tdk perlu pikirkan berapa lama lagi waktu buat kita, namun isilah waktu kita dengan sebaik baiknya.

salam alwas smile

melly kiong

Selasa, 26 Oktober 2010

syukur

"Manusia yang menginginkan berbagai objek indera, seperti misalnya: rumah, kebun, emas, uang, kuda, pelayan, handai taulan, dll, maka emosi yang kuat akan menguasainya, bahaya akan menghimpitnya, dan penderitaan akan mengikutinya bagaikan air yang masuk ke dalam kapal yang karam" SUTTA NIPATA – 769.

S Y U K U R...

KITA wajib mensyukuri apa pun yang menimpa KITA. Ini bukan masalah keberuntungan.

Bersyukur menuntun KITA untuk senantiasa menyingkirkan sisi negatif dari hidup. Orang lain mungkin mengatakan bahwa KITA tidak realistis.

Namun, sebenarnya sikap KITA jauh lebih realistis yaitu membebaskan diri KITA dari kecemasan atas kesalahan.

Bersyukur mendorong KITA untuk bergerak maju dengan penuh antusias. Tidak ada yang meringankan hidup KITA selain sikap bersyukur.

Semakin banyak KITA bersyukur semakin banyak KITA menerima. Semakin banyak KITA mengingkari, semakin berat beban yang KITA jejalkan pada diri KITA.

Kebanyakan orang lebih terpaku pada kegagalan lalu mengingkarinya. Sedikit sekali yang melihat pada keberhasilan lalu mensyukurinya. Karena, KITA tidak akan pernah berhasil dengan menggerutu dan berkeluh kesah.

KITA berhasil karena berusaha. Sedangkan usaha KITA lakukan karena KITA melihat sisi positif. Hanya dengan bersyukur sisi positif itu tampak di pandangan KITA.

SABBE SATTA SABBA DUKKHA PAMUCCANTU – SABBE SATTA BHAVANTU SUKHITATA : Semoga semua makhluk hidup terbebaskan dari derita dan semoga semuanya senantiasa berbahagia,...sadhu,...sadhu,...sadhu,...

• Website motivasi : www.peterlim-mba.com

Rabu, 22 September 2010

Mutiara Didalam Diri Kita

Na paresaæ vilomâni. Na paresaæ katâkataæ. Attano va avekkheyya. Katâni akatâni ca : Janganlah menghiraukan omongan orang lain yang menyakitkan telinga; janganlah ikut campur mengawasi tugas yang telah atau belum dikerjakan orang lain. Perhatikan dan periksalah tugas diri sendiri, baik yang sudah atau belum dilaksanakan. KHUDDAKA NIKAYA, ITIVUTAKA : 14

MUTIARA PENCERAHAN ITU ADA DALAM DIRI KITA

Ini sebuah kisah Zen. Alkisahnya, ada seekor kodok yang baru saja pergi dari berjalan – jalan di daratan. Ketika kembali berenang di kolam, dia bertemu dengan seekor ikan mas yang telah mengenalnya.

“Halo Tuan Kodok, Anda dari mana saja ?”, “Oh, saya baru saja datang dari berjalan – jalan di daratan”, jawab Sang Kodok.

“Daratan ? Apa itu daratan ? Saya belum pernah mendengar ada tempat yang bernama daratan”.

“Daratan adalah tempat di mana Anda dapat berjalan – jalan diatasnya”, Sang Kodok mencoba menerangkan tentang daratan pada Si Ikan Mas.

“Oh ya, dapat berjalan – jalan diatasnya ? Saya tidak percaya bahwa Anda baru saja dari daratan. Menurut saya, tidak ada tempat yang disebut daratan”, Si Ikan Mas membantah dengan sengit.

“Baiklah jika Anda tidak percaya, yang pasti saya tadi memang datang dari daratan”, balas Sang Kodok dengan sabar.

“Tetapi, Tuan Kodok, coba katakan pada saya, apakah daratan itu dapat dibuat gelembung, jika saya bernafas didalamnya ?”

“Tidak”. “Apakah saya dapat menggerakkan sirip – sirip saya didalamnya ?” “Tidak”. “Apakah tembus cahaya ?” “Tidak”. “Apakah saya dapat bergerak mengikuti gelombang ?” “Tidak, tentu saja”, jawab Sang Kodok dengan sabar.

“Nah, Tuan Kodok, saya sudah menanyakan Anda tentang daratan dan semua jawaban Anda adalah “Tidak” dan itu berarti daratan itu tidak ada”, Si Ikan Mas menjawab dengan perasaan puas.

“Baiklah, jika Anda berkesimpulan seperti itu. Yang jelas, saya tadi memang datang dari daratan dan daratan itu nyata adanya”, Sang Kodok menjawab sambil berlalu.

Si Ikan Mas, karena dia adalah seekor ikan yang hidupnya di air maka dia tidak pernah mengetahui bahwa ada dunia lain selain dunia airnya. Karena dia hanya mengenal dunia air maka semua pertanyaan yang diajukan tentang daratan, tetap berkaitan dengan dunia air.

Sebaliknya Sang Kodok, dia dapat hidup di dua dunia, dunia air dan daratan. Karenanya, Sang Kodok mengerti bahwa ada dunia lain selain dunia air tempat para ikan hidup.

Dia mengerti sepenuhnya dunia air, dia juga mengerti sepenuhnya daratan karena dia sudah mengalami pengalaman empiris di dua dunia itu.

Demikian pula dengan Sang Buddha. Sang Buddha mengerti sepenuhnya alam duniawi beserta segala fenomenanya dan Nibbana sebagai pembebasan dari segala fenomena.

Karena Beliau telah mengalami pengalaman empiris kehidupan duniawi dan pencapaian Nibbana.

Kita adalah si ikan mas yang keras kepala. Sepanjang kita belum pernah mengalami pencapaian Nibbana, seberapa hebatnya Sang Buddha menerangi tentang Nibbana, kita tidak akan mengerti.

Sang Bukan berarti gagal mencerahi kita. Kebodohan kita sendirilah yang menghalangi pencerahan yang mestinya terjadi.

Mutiara pencerahan itu ada dalam diri kita. Sang Buddha telah menunjukkan jalannya. Kini yang perlu kita lakukan hanyalah meneguhkan hati untuk menjalani jalan yang telah ditunjukkan tersebut.

Mengalami sendiri pencapaian Nibbana dan mengerti apakah Nibbana itu dengan sepenuhnya. Dan menjadi orang yang memenangi pertarungan yang sejati.

SABBE SATTA SABBA DUKKHA PAMUCCANTU – SABBE SATTA BHAVANTU SUKHITATA :

Semoga semua makhluk hidup terbebaskan dari derita dan semoga semuanya senantiasa berbahagia,...sadhu,...sadhu,...sadhu,...

Bersyukurlah Selalu

Sudassaæ vajjamaññesaæ – Attano pana duddasaæ – Paresaæ hi so vajjâni. – Opunâti yathâbhusaæ – Attano pana châdeti – Kaliæva kitavâ saöho : Sungguh mudah melihat kesalahan orang lain. Tetapi sungguh sulit melihat kesalahan sendiri. Kesalahan orang lain disebarluaskan seperti menaburkan sekam. Namun kesalahan sendiri ditutup rapat ibarat pemburu burung yang bersembunyi di balik dahan pohon. KHUDDAKA NIKAYA, KHUDDAKAPATHA SUTTANIPATA : 28

SELALULAH BERSYUKUR !!!

Seorang anak laki – laki tunanetra duduk di tangga sebuah bangunan dengan sebuah topi terletak di dekat kakinya. Dia mengangkat sebuah papan yang bertuliskan : 'SAYA BUTA, TOLONG SAYA' Hanya ada beberapa keping uang di dalam topi itu.

Seorang pria berjalan melewati tempat anak ini. Dia mengambil beberapa keping uang dari sakunya dan menjatuhkannya ke dalam topi itu. Lalu dia mengambil papan, membaliknya dan menulis beberapa kata. Pria ini menaruh papan itu kembali sehingga orang yang lalu lalang dapat melihat apa yang dia baru tulis. Segera sesudahnya, topi itu pun terisi penuh. Semakin banyak orang memberi uang ke anak tuna netra ini.

Sore itu pria yang telah mengubah kata – kata di papan tersebut datang untuk melihat perkembangan yang terjadi. Anak ini mengenali langkah kakinya dan bertanya, : 'Apakah bapak yang telah mengubah tulisan di papanku tadi pagi ? Apa yang bapak tulis ?'

Pria itu berkata, : 'Saya hanya menuliskan sebuah kebenaran. Saya menyampaikan apa yang kamu telah tulis dengan cara yang berbeda' Apa yang dia telah tulis adalah : 'Hari ini adalah hari yang indah dan saya tidak bisa melihatnya'

Bukankah tulisan yang pertama dengan yang kedua sebenarnya sama saja ? Tentu arti kedua tulisan itu sama yaitu bahwa anak itu buta. Tetapi, tulisan yang pertama hanya mengatakan bahwa anak itu buta. Sedangkan, tulisan yang kedua mengatakan kepada orang – orang bahwa mereka sangatlah beruntung bahwa mereka dapat melihat.

Apakah kita perlu terkejut melihat tulisan yang kedua lebih efektif ?

MORAL DARI CERITA INI :

Bersyukurlah untuk segala yang telah Kita miliki. Jadilah kreatif dan innovatif.
Berpikirlah dari sudut pandang yang berbeda dan positif. Ajaklah orang – orang lain menuju hal – hal yang baik dengan hikmat. Jalani hidup ini tanpa dalih dan mengasihi tanpa rasa sesal.

Ketika hidup memberi engkau 100 alasan untuk menangis, tunjukkan pada hidup bahwa engkau memiliki 1000 alasan untuk tersenyum. Hadapi masa lalumu tanpa sesal. Tangani saat sekarang dengan percaya diri. Bersiaplah untuk masa depan tanpa rasa takut. Peganglah iman dan tanggalkan ketakutan.

Orang bijak berkata, : 'Hidup harus menjadi sebuah proses perbaikan yang terus berlanjut, membuang kejahatan dan mengembangkan kebaikan...Jika engkau ingin menjalani hidup tanpa rasa takut, engkau harus memiliki hati nurani yang baik sebagai tiketnya.

Hal yang terindah adalah melihat seseorang tersenyum...Tetapi yang terlebih indah adalah mengetahui bahwa engkau adalah alasan di belakangnya !

SABBE SATTA SABBA DUKKHA PAMUCCANTU – SABBE SATTA BHAVANTU SUKHITATA :

Semoga semua makhluk hidup terbebaskan dari derita dan semoga semuanya senantiasa berbahagia,...sadhu,...sadhu,...sadhu,...

Keunikan Agama Buddha

Evaæ anâvilamhi citte – So passati attadatthaæ paratthaæ :

Apabila airnya jernih, terlihatlah kerang, tiram, koral, pasir dan kumpulan ikan. Demikian pula, ...Apabila pikiran tidak keruh, tertampaklah manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. KHUDDAKA NIKAYA, JATAKA I : 220

KEUNIKAN AJARAN BUDDHA

1. MENGANDALKAN DIRI SENDIRI

Sang Buddha berkata, : "Saya tidak pernah memiliki guru atau makhluk apapun yang mengajarkan cara mencapai pencerahan. Saya mencapai kebijaksanaan tertinggi dengan usaha, kekuatan, pengetahuan dan kemurnian sendiri."

Demikian pula, kita dapat mencapai semua tujuan kita melalui usaha yang sungguh – sungguh, bukan dengan mengandalkan pertolongan makhluk – makhluk di luar diri kita.

2. TIDAK ADA KEPERCAYAAN MEMBUTA

Buddha tidak menjanjikan kebahagiaan surgawi, imbalan atau keselamatan bagi orang yang percaya kepada – Nya. Buddha tidak menginginkan pengikut – Nya untuk percaya kepada – Nya secara membuta.

Ia menginginkan kita untuk berpikir dan paham oleh diri kita sendiri. Oleh karenanya ajaran Buddha disebut agama analisis. Buddha bahkann tidak tersinggung apalagi marah jika ada orang yang tidak sepaham dengan – Nya.

3. ILMIAH

Umat Buddha tidak pernah merasa perlu untuk memberikan tafsiran baru terhadap ajaran Buddha. Penemuan ilmiah belakangan ini tidak pernah bertentangan dengan ajaran Buddha karena ajaran dan metode Buddha bersifat ilmiah.

Asas – asas Buddhis dapat dipertahankan dalam keadaan apapun tanpa mengubah gagasan-gagasan dasarnya. Ajaran Buddha dihargai kaum cendikiawan, ilmuan, pemikir hebat, ahli filsafat, kaum rasionalis, bahkan pemikir bebas, sepanjang masa.

4 AJARAN MASA DEPAN

Albert Einstein, ilmuan paling terkemuka pada abad ke – 20 mengatakan : "Agama masa depan adalah agama kosmik. Melampaui Tuhan sebagai pribadi serta menghindari dogma dan teologi.

Mencakup baik alamiah maupun spiritual, agama tersebut seharusnya didasarkan pada rasa keagamaan yang timbul dari pengalaman akan segala sesuatu yang alamiah dan spiritual, berupa kesatuan yang penuh arti.

Ajaran Buddha menjawab gambaran ini... Jika ada agama yang akan memenuhi kebutuhan ilmiah modern, itu adalah ajaran Buddha."

SABBE SATTA SABBA DUKKHA PAMUCCANTU – SABBE SATTA BHAVANTU SUKHITATA :

Semoga semua makhluk hidup terbebaskan dari derita dan semoga semuanya senantiasa berbahagia,...sadhu,...sadhu,...sadhu,...